Kepercayaan Totemisme

Istilah totemisme berasal dari bahasa Ojibwa (suku Algonkin dari Amerika Utara), ditulis secara beragam totem, tatam, dodaim. Totem adalah sejenis roh pelindung manusia yang berwujud binatang. Totemisme dapat dibedakan atas; totemisme perseorangan, dimana seekor binatang menjadi pelindung orang tertentu, dan totemisme golongan, di mana jenis binatang tertentu dianggap dekat hubungannya dengan suatu golongan atau suku bangsa tertentu.
Totemisme merupakan fenomena yang menunjukkan kepada hubungan organisasional khusus antara suatu suku bangsa dan suatu suatu species tertentu dalam wilayah binatang atau tumbuhan. Hubungan ini diungkapkan sebagian dalam upacara-upacara khusus dan sebagian lagi dalam aturan-aturan khusus perkawinan di luar suku. Totemisme merupakan fenomena yang sangat beraneka ragam dan luwes. Hal ini dapat dilukiskan sebagai suatu sistem kepercayaan dan praktik yang mewujudkan gagasan tertentu dari suatu hubungan mistik atau ritual antara anggota-anggota kelompok sosial dan suatu jenis binatang atau tumbuhan. Fenomena tersebut mengandung perintah-perintah yang dijunjung tinggi, seperti larangan membunuh atau makan daging binatang totem atau mengganggu tanaman totem.
Para penganut kepercayaan totemisme meyakini bahwa mereka diturunkan dari satu leluhur totem yang mistis, atau bahwa mereka dan para anggota dari totem sejenis merupakan “saudara”. Mereka menggunakan totem sebagai simbol kelompok dan menganggapnya sebagai “pelindung” kelompok secara keseluruhan. Mereka juga melakukan “upacara pengembangan” untuk menghasilkan perlipatgandaan jenis totem itu. Kebiasaan suku Indian Amerika, sebagaimana digariskan oleh John Long, menekankan aspek pengajaran dari totemisme untuk individu yang nasibnya dihubungkan dengan nasib binatang totem itu. Roh penjaga suku Indian Amerika menjadi milik orang yang telah melihatnya dalam suatu penglihatan, bukan milik kelompok sosial. Totemisme tideak bisa dicampuradukkan dengan binatang pemujaan; totem tidak dipuja. Makhluk-makhluk totem tidaklah diseleksi atas dasar penampilan mereka yang mengesankan. Kesucian mereka hanyalah sekunder; yang lebih penting adalah lukisan makhluk-makhluk pada kayu dan batu.
Pengelompokan masyarakat mereka dianggap suci dan karena itu totem mereka pun dianggap suci. Rasa hormat akan binatang-binatang totem diungkapkan dalam hubungan antara anggota-anggota individual dengan masyarakat itu sendiri dan menjadi sumber dari tradisi moral dan makanan mereka. Para dewa suku-suku bangsa mungkin mewakili keadaan masyarakat suku tersebut. Dalam arti tertentu, keberadaan totem memperlihatkan kehidupan masyarakat itu sendiri, dimana terkadang para anggotanya memandang diri mereka sebagai diturunkan dari totem.
Dalam tindakan dan upacara totem, kepentingan religius yang paling utama adalah pengaktualisasian identitas antara totem dan kelompok. Dalam upacara-upacara ini tanda totem dilukiskan pada tubuh, atau tari-tarian dilakukan dalam bentuk tanda totem. Pada umumnya tato adalah ciri totem dan suku-suku Indian Amerika menghiasi diri mereka dengan bagian-bagian dari binatang totem, misalnya bulu-bulu sebagai hiasan kepala.
Sumber:
Dhavamony, Mariasusai. 2010. Fenomenologi Agama. (cet. ke-11) Yogyakarta: Kanisius
Honig, A.G. 2005. Ilmu Agama. Diterjemahkan oleh M.D. Koesoemosoesastro & Soegiarto (cet. ke-11). Jakarta: Gunung Mulia
Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Kepercayaan Animisme
•  Kepercayaan Dinamisme
•  Perkembangan Majapahit
•  Keruntuhan Majapahit
•  Pergeseran Kekuasaan dari Majapahit ke Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa (abad ke-16)
•  Wayang Kulit Sebagai Media Penyebaran Islam
•  Peranan Falatehan dalam Penyebaran Islam di Jawa Barat
•  Terbentuknya Kolonialisme Belanda di Indonesia
•  Perlawanan Islam terhadap Kolonialisme Belanda
•  Karakteristik Perjuangan Islam Melawan Imperialisme Barat
•  Asal-Usul Bangsa Mongol
•  Sejarah Awal Perkembangan Islam di Cina
•  Makna Kasta dalam Masyarakat Hindu
•  Teori Masuknya Kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia
•  Faktor-faktor yang Memudahkan Islam Diterima oleh Masyarakat Indonesia
rainbow pelangi mengatakan...

sangat bermanfaat

Poskan Komentar