Kepercayaan Dinamisme

Dinamisme berasal dari bahasa Yunani “dynamis” artinya kekuasaan, kekuatan dan khasiat. Dinamisme adalah kepercayaan bahwa pada benda-benda tertentu baik benda hidup atau benda mati bahkan juga benda-benda ciptaan (seperti tombak, keris, cincin, dan lain-lain) mempunyai kekuatan gaib dan dianggap bersifat suci. Benda suci itu mempunyai kekuatan luar biasa sehingga dapat memancarkan pengaruh baik atau buruk kepada manusia dan alam sekitarnya. Dengan demikian, di dalam masyarakat terdapat orang, binatang, tumbuh-tumbuhan, benda-benda, dan sebagainya yang dianggap mempunyai pengaruh baik dan buruk dan ada pula yang tidak.
Kekuatan yang dimiliki benda dalam kepercayaan dinamisme disebut mana. Manusia, hewan ataupun benda yang mempunyai mana akan ditakuti orang dan mendapat perhatian istimewa serta harus dihormati. Bentuk penghormatannya adalah dengan menjalankan suatu upacara ritual, di samping mereka mengkultuskannya dengan segala macam cara untuk menguasai kekuatan tersebut.
Benda-benda yang mengandung mana disebut fetisy. Benda-benda tersebut seolah-olah mendekatkan kesaktian kepada manusia, sehingga kesaktian itu dapat memberi pengaruh yang baik kepada hidup manusia. Fetisy-fetisy itu dipercaya membawa keselamatan yang bermacam-macam, seperti melindungi orang dari bencana, menyembuhkan penyakit, memberi kesuburan, memberi kekuatan untuk hidup baru pada waktu dilantik dan sebagainya.
Selain fetisy, benda-benda yang dianggap mempunyai mana berupa ajimat dan relik. Benda tersebut dipuja atau diperlakukan dengan hati-hati dan disimpan dengan baik. Benda-benda ini memerlukan perawatan istimewa, seperti secara berkala dalam waktu-waktu tertentu benda tersebut perlu dimandikan dan diberi sesajen.
Disimpulkan, pengertian dinamisme adalah kepercayaan orang primitif dan bersifat mistis, pada mulanya dianut oleh kebanyakan suku bangsa yang masih rendah taraf hidupnya, dan muncul dari perasaan takjub dan takut pada kekuatan gaib yang luar biasa yang terdapat di sekelilingnya, dengan melihat kejadian-kejadian tentang kehidupan dan kematian sehingga memberikan rasa percaya, dan kepercayaan itu menyebabkan penyembahan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kepercayaan dinamisme lahir dari kesadaran akan kelemahan manusia yang kemudian membutuhkan objek lainnya untuk memberinya kekuatan.
Kepustakaan:
Honig, A.G. 2005. Ilmu Agama. Diterjemahkan oleh M.D. Koesoemosoesastro & Soegiarto. Jakarta: Gunung Mulia
http://www.referensimakalah.com/2012/09/pengertian-dinamisme-menurut-bahasa-dan-istilah.html
Shadily, Hassan. 1973. Ensiklopedia Umum. Yogyakarta: Yayasan Kanisius
Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Kepercayaan Animisme
•  Kepercayaan Totemisme
•  Keruntuhan Majapahit
•  Pergeseran Kekuasaan dari Majapahit ke Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa (abad ke-16)
•  Wayang Kulit Sebagai Media Penyebaran Islam
•  Peranan Falatehan dalam Penyebaran Islam di Jawa Barat
•  Terbentuknya Kolonialisme Belanda di Indonesia
•  Perlawanan Islam terhadap Kolonialisme Belanda
•  Karakteristik Perjuangan Islam Melawan Imperialisme Barat
•  Korte Verklaring (Perjanjian Pendek)
•  Asal-Usul Bangsa Mongol
•  Sejarah Awal Perkembangan Islam di Cina
•  Makna Kasta dalam Masyarakat Hindu
•  Teori Masuknya Kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia
•  Faktor-faktor yang Memudahkan Islam Diterima oleh Masyarakat Indonesia

Poskan Komentar