Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik

Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Misalnya seorang yang senang membaca tidak perlu lagi didorong untuk membaca, ia dengan sendirinya akan mencari buku-buku untuk dibacanya.
Apabila ditinjau dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya (misalnya kegiatan belajar), maka yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah keinginan mencapai tujuan yang terkandung dalam perbuatan belajar. Contohnya, siswa belajar karena sungguh-sungguh ingin mendapatkan pengetahuan, nilai atau keterampilan agar dapat berubah tingkah lakunya secara konstruktif. Dengan demikian motivasi intrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan dari dalam diri dan secara mutlak terkait dengan aktivitas belajarnya.
Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sebagai contoh seseorang itu belajar, karena tahu besok paginya akan ujian dengan harapan mendapat nilai yang baik. Jadi faktor pendorongnya bukan karena ingin mengetahui sesuatu, tetapi ingin mendapatkan nilai yang baik, atau mendapat pujian atau hadiah. Jika dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya, tidak secara langsung berhubungan dengan esensi kegiatan. Oleh karena itu motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar.
Dalam kegiatan pembelajaran, motivasi ekstrinsik ini tetap penting karena kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis, berubah-ubah, dan juga mungkin komponen-komponen lain dalam proses belajar mengajar ada yang kurang menarik bagi siswa, sehingga diperlukan motivasi ekstrinsik.
Sumber:
Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Artikel Terkait
•  Analisis Kualitatif Soal Pilihan Ganda
•  Kelebihan dan Kekurangan Metode Drill
•  Penilaian Acuan Kriteria
•  Langkah-langkah Pembelajaran Kreatif dan Produktif
•  Pembelajaran Kreatif dan Produktif
•  Pendekatan Monodisiplin dan Interdisipliner dalam Pengorganisasian Materi IPS
•  Fase-fase Belajar Menurut Gagne
•  Tujuan Evaluasi
•  Pengertian Evaluasi
•  Prinsip-prinsip Penilaian
•  Langkah-langkah Pokok dalam Evaluasi Hasil Belajar
•  Tingkatan Soal untuk Domain Kognitif
•  Tingkatan Ranah Afektif
•  Tingkatan Ranah Psikomotorik
•  Penerapan Pendekatan Kontekstual di Kelas
•  Prinsip-prinsip Penyusunan RPP
•  Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dalam Kegiatan Pembelajaran
•  Prinsip Pengembangan Silabus
•  Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum
•  Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Pakne Naufal Online mengatakan...

Izin download artikel pak guru. makasih

Tuan Guru mengatakan...

Silakan, mas. Trims atas kunjungannya

Anisa Maulina mengatakan...

terima kasih artikelnya, sangat membantu :)

http://blogs.unpas.ac.id/anisamaulina/2012/11/24/jurusan-teknik-informatika/

Anonim mengatakan...

perbandingan antara kedua motivasi tersebut apa??
ini perlu dihimbau, biar kita dapat mengerti dan memahami motivasi2 yg sudah ditentukan

Poskan Komentar