Zone of Proximal Development (ZPD)

Zone of proximal development (ZPD) adalah istilah Vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian, tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dari orang dewasa atau anak yang lebih mampu. Jadi batas bawah dari ZPD adalah tingkat problem yang dipecahkan oleh anak seorang diri. Batas atasnya adalah tingkat tanggung jawab atau tugas tambahan yang dapat diterima anak dengan bantuan dari pendidik atau pelatih.
Penekanan Vygotsky pada ZPD menegaskan keyakinan akan arti penting dari pengaruh sosial, terutama pengaruh instruksi atau pengajaran terhadap perkembangan kognitif anak.
Vygotsky memberi contoh cara menilai ZPD anak. Misalnya, berdasarkan tes kecerdasan, usia mental dari dua orang anak adalah 8 tahun. Menurut Vygotsky kita tida bisa berhenti sampai di sini saja. Kita harus menentukan bagaimana masing-masing anak akan berusaha menyelesaikan problem yang dimaksudkan untuk anak yang lebih tua. Kita membnatu masing-masing anak dengan menunjukkan, mengajukan pertanyaan, dan memperkenalkan elemen awal dari solusi. Dengan bantuan atau kerja sama dengan orang dewasa ini, salah satu anak berhasil memecahkan persoalan yang sesungguhnya untuk level anak usia 12 tahun, sedangkan anak satunya memecahkan problem untuk level anak 9 tahun.
Perbedaan usia mental dan tingkat kinerja yang mereka capai dengan bekerja sama denga orang dewasa akan mendefenisikan ZPD. Jadi, ZPD melibatkan kemampuan kognitif anak yang berada dalam proses pendewasaan dan tingkat kinerja mereka dengan bantuan orang yang lebih ahli. Vygotsky menyebutnya sebagai “kembang” perkembangan, untuk membedakannya dengan isitilah “buah” perkembangan, yang sudah dicapai anak secara independen.
Salah satu aplikasi konsep zone of proximal development (ZPD) Vygotsky adalah tutoring tatap muka yang diberikan guru di Selandia Baru dalam program Reading Recovery. Tutoring ini dimulai dengan tugas membaca yang sudah dikenalbaik, kemudian pelan-pelan memperkenalkan strategi membaca yang belum dikenal dan kemudian menyerahkan kontrol aktivitas kepada si anak sendiri.
Sumber:
Santrock, John W. 2008. Psikologi Pendidikan. Diterjemahkan oleh Tri Wibowo B.S. Jakarta: Kencana

Poskan Komentar