Restorasi Meiji

Proses modernisasi di Jepang sesungguhnya dimulai sejak pembukaan Jepang oleh Commodore Perry yang memaksa Jepang membuka beberapa pelabuhannya dan memberi konsesi pada negara-negara Barat. Bangsa Jepang mulai menyadari ketinggalan-ketinggalan yang mereka alami. Perkembangan yang dicapai selama negara tertutup (politik isolasi), ternyata tidak dapat mengimbangi kemajuan yang dicapai negara-negara Barat. Jepang menyadari untuk segera mengadakan perubahan dan menyesuaikan diri pada perkembangan baru yang terjadi di negara-negara Barat kalau tidak ingin dijajah seperti bangsa-bangsa lainnya di Asia pada masa itu. Perubahan dan penyesuaian diri tersebut dikenal dengan Restorasi Meiji.1)
Restorasi Meiji dalam arti sempit dapat diartikan sebagai pemulihan kembali Kaisar Meiji setelah penggulingan pemerintahan Tokugawa pada tanggal 3 Januari 1868 oleh kekuatan-kekuatan yang dipelopori oleh daerah-daerah Satsuma (sekarang propinsi Kagoshima), dan Coshu (sekarang propinsi Yamaguchi).2) Peristiwa tersebut telah membuka ke arah pembaharuan-pembaharuan dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, angkatan perang, dan lain-lain, serta meletakkan sendi-sendi bagi suatu Jepang modern.
Restorasi Meiji menimbulkan sistem pendidikan baru di Jepang mengikuti pendidikan Barat. Kewajiban belajar untuk anak usia 6 tahun diharuskan bagi semua penduduk. Untuk tiap 600 penduduk diadakan 1 sekolah rendah. Negara dibagi menjadi8 daerah pendidikan, tiap daerah terdiri 32 sekolah menengah dan 1 universitas. Banyak pelajar dikirim ke luar negeri untuk menyempurnakan ilmu pengetahuan tentang peradaban Barat. Sekembalinya ke Jepang mereka ditugaskan dalam pembangunan dan modernisasi negara. Dalam waktu 50 tahun Jepang telah menjadi negera modern.3)
Ada beberapa faktor yang memungkinkan tercapainya modernisasi secara cepat. Pertama, dasar-dasar untuk mencapai modernisasi sebenarnya sudah ditanamkan sejak jaman Tokugawa yang berlangsung kira-kira dua setengah abad lamanya. Karena selama itu rakyat Jepang telah ditempah dalam persatuan dan kebiasaan patuh kepada pimpinan dengan kerelaan mengorbankan diri. Kepatuhan tersebut kemudian menjelma menjadi bentuk cita-cita nasional dengan kesetiaan kepada Tenno dan cinta tanah air. Semangat ini menjadi salah satu faktor yang mendorong tercapainya pembentukan masyarakat modern. Kedua, karakter bangsa Jepang yang ingin belajar, berhasrat besar menerima pengetahuan itu dan melakukan perbaikan atasnya. Mottonya; “cari dan temukan praktek terbaik di seluruh dunia dan lakukan perbaikan atasnya.” Hal inilah yang menyebabkan Jepang mengalami “loncatan-loncatan” besar kemajuannya, seperti yang dicatat oleh Richard Deacon:
Jepang sesungguhnya telah beralih dari abad ketujuhbelas ke abad keduapuluh dalam waktu hanya 50-60 tahun saja. Pada tahun-tahun 1840-an kehidupan di Jepang kira-kira seperti kehidupan di Inggris dalam tahun-tahuan 1640-an. Menjelang tahun 1910, Jepang telah berperadaban tinggi dan modern.4)
Restorasi Meiji menjadikan Jepang sebagai negara terkemuka di Asia pada waktu itu. Perkembangan industri militernya mengancam kedudukan bangsa-barat Barat di Asia, sehingga Jepang dijuluki sebagai “bahaya kuning”. Namun kemajuan yang dicapai akibat Restorasi Meiji tersebut juga menimbulkan masalah-masalah dalam negeri yang menyebabkan Jepang menjadi negara imperialis.
Daftar Referensi:
1)  Yeti Nurhayati, 1987. Langkah-langkah Awal Modernisasi Jepang. Jakarta: Dian Rakyat,
     hal. 50
2)  Fukuzawa Yukichi, 1985. Jepang di Antara Feodalisme dan Modernisme. Jakarta: Pantja
     Simpati, hal. 217
3)  Soebantardjo, 1958. Sari Sedjarah Asia-Australia. Jogjakarta: Bopkri, hal. 13-14
4)  Baca Kata Pengantar Richard Deacon, 1986. Menyingkap Dinas Rahasia Jepang Kempei Tai.
     Jakarta: Swadaya Aksara.
Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Semangat “Bushido” Jepang
•  Perang Rusia – Jepang (1905)
•  Latar Belakang Imperialisme Jepang
•  Ekspansi Jepang Ke Cina
•  Kegagalan Jepang Menguasai Cina
•  Politik Luar Negeri Jepang Setelah Kegagalan Ekspansinya ke Cina
•  Serangan Jepang terhadap Pearl Harbour
•  Memori Baron Tanaka
•  Hakko Ichiu
•  Imperialisme Kuno dan Imperialisme Modern
•  Italia Irredenta
•  Italia La Prima
•  Continental Stelsel
•  White Australia Policy
•  Gerakan Nasionalisme Mahatma Gandhi
•  Kongres Wina (1814-1815) dan Akibatnya bagi Indonesia
•  Tujuan Kedatangan Sekutu di Indonesia
•  Sikap Bangsa Indonesia terhadap Kedatangan Sekutu
•  Kedudukan Hindia Belanda Berdasarkan Perjanjian Potsdam
•  Asal-Usul Bangsa Mongol
gerald kobis mengatakan...

dmna bisa dapat bukunya fukuzawa yukichi jepang diantara feodalissme dan modernisme??

Poskan Komentar