Penilaian Acuan Kriteria

Ada 2 (dua) acuan yang digunakan dalam menyiapkan tes dan menafsirkan hasil tes, yaitu penilaian acuan norma dan penilaian acuan kriteria/patokan. Kedua acuan ini menggunakan asumsi yang berbeda tentang kemampuan seseorang. Aplikasi Kurikulum Berbasis Kompetensi lebih sesuai menggunakan penilaian acuan kriteria dengan asumsi bahwa semua orang dapat belajar apa saja namun jumlah waktu yang dibutuhkan berbeda. Dalam penerapan penilaian acuan kriteria perlu ditetapkan dulu standar atau kriteria atau patokan yang ingin dicapai. Kriteria yang ingin dicapai disebut Standar Kompetensi (SK). Untuk lebih operasionalnya SK dirinci lagi menjadi Kompetensi Dasar (KD). Siswa yang belum mencapai SK harus belajar dan diuji lagi hingga mencapai SK atau menguasai semua KD yang diinginkan.
Konsekuensi penggunaan acuan ini adalah pelaksanaan program remedi (pembelajaran ulang) bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria keberhasilan. Jadi penafsiran skor hasil tes selau dibandingkan dengan kriteria pencapaian yang telah ditetapkan sebelumnya.
Tujuan penilaian dengan acuan kriteria adalah untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi dasar seorang peserta didik setelah menempuh pembelajaran. Jika penilaian yang dimaksud adalah penilaian formatif, maka penilaian acuan kriteria diterapkan untuk mengetahui sejauh mana suatu kompetensi dasar telah dikuasai oleh siswa. Dengan demikian syarat pertama yang harus dipenuhi adalah butir soal yang digunakan harus mencerminkan indikator kompetensi dasar yang ditargetkan.
Sebagai gambaran misalnya telah ditetapkan skor maksimum untuk suatu kompetensi dasar, yaitu 100 dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 72, maka peserta didik yang memperoleh nilai 65 mencerminkan bahwa penguasaan kompetensi dasar itu baru 65%. Siswa tersebut dinyatakan tidak tuntas dan harus diremedi hingga ia mampu mencapai nilai maksimum atau memperoleh nilai di atas 72. Dalam menggunakan acuan kriteria, siswa dibandingkan dengan kriteria atau standar minimal yang harus dicapai. Penggunaan standar KKM digunakan dalam penerapan prinsip belajar tuntas.
Sumber:
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Depdiknas

Poskan Komentar