Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Scaffolding

Secara operasional, strategi pembelajaran scaffolding dapat ditempuh melalui tahapan-tahapan kegiatan sebagai berikut:
  1. Membangun rapport (hubugan baik) dengan subyek didik yang akan diajar, sebagai basis hubungan kerja.
  1. Menetapkan fokus belajar. Guru perlu memperoleh persetujuan dari siswa mengenai tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Tujuan tersebut perlu secara eksplisit memuat kompetensi nurturant yang diharapkan terjadi dalam proses belajar. Guru juga perlu mencatat beberapa dimensi belajar, seperti: harapan, kebutuhan, minat, dan keuntungan.
3.  Mengecek hasil belajar sebelumnya (prior learning)
  1. Mengecek harapan, kebutuhan, pengetahuan, dan pengalaman siswa.
  2. Menetapkan titik awal memulai belajar baru.
  3. Menetapkan zone proximal development (ZPD) atau level perkembangan berikut di atas level perkembangan saat kini untuk masing-masing siswa. Siswa kemudian dapat dikelompokkan menurut level perkembangan awal yang dimiliki dan atau yang membutuhkan ZPD yang relatif sama. Siswa dengan ZPD yang jauh berbeda dengan kemajuan rata-rata kelas dapat diberi perhatian khusus.
  4. Mengupayakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki siswa sekarang menjadi lebih siap.
  5. Menyiapkan pengalaman sebagai basis bagi proses belajar selanjutnya dan untuk mengecek kemandirian siswa menghadapi realitas.
  6. Menyiapkan bahan untuk belajar ulang.
4.  Merancang dan menyiapkan tugas-tugas belajar (aktivitas belajar scaffolding)
  1. Jabarkan secara eksplisit tujuan (harapan dan ekspektasi) dan kebijakan yang telah ditetapkan.
  2. Spesifikasi aktivitas dan jadwal pelaksanaannya.
  3. Masukkan pengertian mengenai kemajuan dan prestasi.
  4. Organisir dan tentukan persyaratan-persyaratan yang diperlukan (sumber, perizinan, tanggung jawab, dan sebagainya).
5.  Melaksanakan tugas pembelajaran
  1. Guru atau siswa menyiapkan scaffolding untuk aktivitas belajar.
  2. Siswa bertindak dan mendapatkan serta memproses dan menyajikan (kembali) imformasi.
  3. Memonitor kemajuan pelaksanaan tugas dan aktivitas.
  4. Guru memediasi siswa melakukan tugas belajar.
6.  Memantau dan memediasi aktivitas dan belajar
  1. Dorong siswa untuk bekerja dan belajar diikuti dengan pemberian dukungan seperlunya. Kemudian secara bertahap guru mengurangi dukungan langsungnya dan membiarkan siswa menyelesaikan tugas belajar secara mandiri.
  2. Berikan dukungan dalam bentuk pemberian isyarat, kata kunci, tanda mata (reminders), dorongan, contoh, atau hal lain yang dapat memancing siswa bergerak ke arah kemandirian belajar dan pengarahan diri.
7.  Mengecek dan mengevaluasi hasil belajar
  1. Melakukan refleksi terhadap aktivitas, proses, produk, pengalaman dan belajar.
  2. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh: apakah siswa bergerak ke arah kemandirian dan pengaturan diri dalam belajar.
  3. Efektivitas proses belajar yang digunakan.
  4. Diri siswa sebagai pebelajar (kesadaran, hambatan-hambatan internal apa yang dihadapi siswa dalam belajar dan mencapai kemandirian dalam belajar).
8.  Mendorong dilakukannya transferensi belajar
  1. Mengenali peluang-peluang yang bisa digunakan untuk mentransfer belajar.
  2. Mendorong siswa melakukan pengaturan diri dalam belajar (self regulating learning).
  3. Memantau kemajuan siswa dalam melakukan aktivitas belajar mandiri.
Sumber:
__________, 2006. Model Pembelajaran Efektif pada Sekolah Unggulan di Sulawesi Selatan. Makassar: Universitas Negeri Makassar
Artikel Terkait
•  Strategi Pembelajaran Scaffolding
•  Zone of Proximal Development (ZPD)
•  Teori Pembelajaran Sosial Bandura
•  Menerapkan Teori Vygotsky untuk Pendidikan Anak
•  Menerapkan Teori Piaget untuk Pendidikan Anak
•  Pembelajaran Tematik
•  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share
•  Metode Pembelajaran Model Simulasi
•  Pembelajaran yang Berorientasi pada Aktivitas
•  Strategi Everyone is Teacher Here
•  Meningkatkan Kemampuan Pronunciation Bahasa Inggris Siswa
•  Pemanfaatan Video Sebagai Media untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa
•  Penataan Ruang Kelas Menjadi Sentra Belajar
•  Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Pelajaran PKn
•  Efektivitas Komunikasi Antar Pribadi dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

Poskan Komentar