Asal-Usul Bangsa Mongol

Bangsa Mongol berada di wilayah pegunungan Mongolia, berbatasan dengan Cina di Selatan, Turkestan di Barat, Manchuria di Timur, dan Siberia di sebelah Utara. Umumnya mereka mendiami padang stepa yang membentang di antara pegunungan Ural hingga pegunungan Altai di Asia Tengah, dan mendiami hutan Siberia dan Mongol di sekitar Danau Baikal. Nenek moyang mereka bernama Alanja Khan yang mempunyai dua orang putra kembar, Tartar dan Mongol. Kedua orang ini melahirkan dua suku besar, yaitu Tartar dan Mongol. Mongol mempunyai anak bernama Ilkhan, yang melahirkan keturunan pemimpin bangsa Mongol di kemudian hari.
Ketika Mongol dipimpin oleh Ilkhan dan Tartar oleh Sanja Khan, keduanya berselisih hingga terjadi perang yang berakhir dengan kemenangan Sanja Khan dari Tartar. Akibatnya kerajaan Mongol berada di bawah kekuasaan Tartar. Setelah kerajaan Mongol kuat kembali, mereka menggulingkan Tartar dan tampil sebagai penguasa kerajaan-kerajaan yang ada.
Kehidupan bangsa Mongol sangat sederhana, mereka mendirikan kemah-kemah dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Pekerjaan sehari-hari mereka adalah mengembala dan berburu. Selain itu mereka juga melakukan perdagangan tradisional, yaitu barter kulit binatang dengan binatang, baik antar sesama maupun dengan bangsa Turki dan Cina yang bersebelahan dengan mereka.
Mongolia diapit oleh dua kerajaan besar, Rusia dan Tiongkok. Wilayahnya juga gersang dan sebagian besar hanya ditumbuhi padang rumput yang terkurung oleh deretan pegunungan di Barat dan Utara. Keadaan inilah yang memaksa orang-orang Mongolia hidup berpindah-pindah tempat (nomaden).
Sebagai bangsa nomad, umumnya orang-orang Mongol memiliki watak keras, suka berperang, dan berani dalam menghadapi maut untuk mencapai keinginannya. Karena watak kerasnya, maka ketika berperang pun mereka tidak mengenal aturan. Orang-orang Mongol ketika bertempur akan membantai siapa saja, mulai dari bayi sampai orang jompo. Mereka akan memenggal kepala musuh yang dikalahkan. Meskipun demikian mereka sangat taat pada pemimpinnya.
Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa bangsa Mongol bukanlah suku nomad, melainkan suatu bangsa yang memiliki ketangkasan berkuda yang mampu menaklukkan stepa ke stepa, akibatnya kehidupan mereka berpindah-pindah mengikuti wilayah taklukannya di bawah kepemimpinan seorang Khan. Khan yang pertama dari bangsa Mongol itu adalah Yesugey, ayah Chinggis atau Jengis.
Orang-orang Mongol juga tidak begitu memperhatikan kebudayaan tulis. Kehidupan mereka yang terkurung dalam padang rumput membuat mereka tidak peduli dengan baca tulis. Sebagian hidup mereka habiskan untuk mencari makanan, sehingga yang lebih berkembang adalah keterampilan berperang.
Agama atau kepercayaan yang dianut adalah agama Syamaniah (Samanisme). Meskipun mengakui adanya Yang Maha Kuasa, namun mereka tidak beribadah kepada-Nya, melainkan menyembah arwah, terutama roh jahat, yang menurut mereka mampu mendatangkan bencana. Oleh sebab itu mereka menjinakkan roh-roh dengan sajian. Selain itu mereka juga memuliakan arwah nenek moyang yang dianggap masih mengatur keturunannya. Segala bentuk peribadatan ini dipimpin oleh seorang kepala agama merangkap dukun, yaitu Shaman yang dianggap memiliki kekuatan gaib dan sanggup berkomunikasi dengan roh yang sudah mati. Mereka juga menyembah bintang-bintang dan matahari terbit.
Kekaisaran Mongolia didirikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206 sesudah mempersatukan suku-suku Mongol yang saat itu sering berselisih di antara sesama. Jenghis Khan memulai banyak penaklukan di seluruh benua Eurasia yang dimulai dengan penaklukan Dinasti Xia Barat di Cina Utara dan Kerajaan Khawarezmia di Persia. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara ke Eropa Tengah.
Kepustakaan:
Basarab, Orhan. 2008. Jengis Khan Penakluk Dunia dari Timur. Yogyakarta: Navila Idea
http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Mongolia (Diakses 20 Agustus 2012)
http://muhlis.files.wordpress.com/2007/08/peradaban-islam-mongol-truki-syafawi.pdf (Diakses 20 Agustus 2012)
Yatim, Badri. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada
Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Revolusi Industri di Inggris
•  Latar Belakang Revolusi Perancis
•  Code Napoleon
•  Beberapa Pendapat Tentang Kapan Masuknya Islam ke Indonesia
•  Sejarah Awal Perkembangan Islam di Cina
•  Metodologi Penelitian Sejarah
•  Pengertian Renaissance
•  Latar Belakang Renaissance
•  Sebab-sebab Renaissance Muncul Pertama Kali di Italia
•  Akibat Renaissance
•  Penemuan-penemuan Baru dalam Bidang Teknologi
•  Wilson's Fourteen Points
•  Latar Belakang Imperialisme Jepang
•  Imperialisme Kuno dan Imperialisme Modern
•  Kongres Wina (1814-1815) dan Akibatnya bagi Indonesia
•  Tujuan Kedatangan Sekutu di Indonesia
•  Sikap Bangsa Indonesia terhadap Kedatangan Sekutu
•  White Australia Policy
•  Praktek Kolonial Daendels dan Raffles
•  Akibat Praktek Kolonial Daendels dan Raffles

Poskan Komentar