Tanggapan Guru tentang Uji Kompetensi Guru (UKG)

Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk melakukan Uji Kompetensi Guru (UKG) bagi guru yang sudah bersertifikasi kini menjadi wacana hangat di kalangan para guru. Beragam tanggapan tentang Uji Kompetensi Guru muncul berdasarkan sudut pandang dan karakter masing-masing guru.
KEPALA SEKOLAH berkata: “Bapak dan Ibu tidak perlu takut, ikuti saja. Masalah lulus atau tidak, itu persoalan belakangan.”
Guru CERDAS berkata: “Uji kompetensi bagi guru ini penting. Uji kompetensi ini harus menjadi data awal untuk mengetahui aspek kompetensi mana yang lemah, di sanalah pemerintah harus melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kompetensi guru.”
Guru KRITIS berkata: “Uji Kompetensi guru seharusnya dilakukan pada saat perekrutan calon guru, untuk memastikan guru yang direkrut memang kompeten sesuai dengan bidangnya”
Guru BIJAK berkata: “Semua pasti ada hikmahnya.”
Guru PEMROTES berkata: “Selesaikan dulu masalah pembayaran tunjangan, baru ngomong uji kompetensi. Tunjangan 2011 dibayar dengan mengunakan gaji lama, trus yang paling parah tunjangan tahun 2012 sampai bulan Juni baru dibayarkan 2 bulan. Jangan terlalu banyak syarat sementara pembayaran tidak beres.”
Guru AGAMA berkata: “Sesungguhnya ujian yang paling berat adalah perang melawan hawa nafsu.”
Guru KONSUMTIF berkata: “Kira-kira berapa snack disiapkan? Siapa yang urus konsumsinya?”
Guru KREATIF berkata: “Supaya tidak kewalahan kita bagi-bagi tugas. Tiap kompetensi ada penanggung jawabnya. Dalam ujian nanti kita padukan pengetahuan kita.”
Guru EMOSIONAL berkata: “Ada-ada saja Kemdikbud ini, kurang kerjaan, kenapa guru-guru selalu dijadikan obyek, sekarang sertifikasi sudah amburadul, pakai sogok segala, payah sekali pemimpin kita ini.”
Guru MALAS berkata: “Kalau bertahap pelaksanaannya, nanti gelombang ketiga saya ikut.”
Guru PENAKUT berkata: “Bagaimana kalau tidak lulus, apakah tunjangan sertifikasi akan dicabut?”
Guru PENYELIDIK berkata: “Jangan-jangan ini cuma proyek, agar dananya bisa dikorupsi.”
Guru SOK TAHU berkata: “Saya sudah baca di internet. Katanya pelaksanaannya sistem online.”
Guru PENCEMBURU berkata: “Kenapa cuma guru? Kenapa dokter tidak, kan sama-sama menerima tunjangan profesi?”
Guru OPTIMIS berkata: “Kalau kita persiapkan diri mulai sekarang, kita pasti lulus.”
Guru PESIMIS berkata: “Aih, biar tiga kali dites, pasti saya tidak lulus.”
Guru EKONOMIS berkata: “Buang-buang uang saja!”
Guru PENGKHAYAL berkata: “Seandainya dananya dibagi-bagikan saja untuk kesejahteraan guru.”
Guru PROVOKATIF berkata: “Masa PGRI tidak bisa perjuangkan nasib guru? Lalu, buat apa kita bayar iuran tiap bulan?”
Guru PRIHATIN berkata: “Kasihan nasib guru digunjang ganjing kebijakan para birokrat, yang tidak mau melihat guru tenang dan sejahtera.”
Guru OPORTUNIS berkata: “Uji kompetensi harus kita dukung karena itu adalah program pemerintah.”
Guru CUEK berkata: “Ah, lebih baik merokok sambil minum kopi.”
Guru BLOGGER berkata: “Saya mau menulis artikel tentang hal ini di blogku.”
------- Tuan Guru -------
Artikel Terkait

Poskan Komentar