Pengertian Nasionalisme

Nasionalisme berasal dari kata nation (Inggris) adalah suatu paham modern yang menjadi dasar pergerakan-pergerakan politik di dunia. Paham ini pertama kali lahir di Inggris. Pengertian nasionalisme berhubungan erat dengan pengertian bangsa (nation). Bangsa adalah sekelompok masyarakat yang mendiami wilayah tertentu dan memiliki hasrat serta kemampuan untuk bersatu, karena adanya persamaan nasib, cita-cita, dan tujuan.
Berbagai pendapat tentang nasionalisme berdasarkan pandangan yang berbeda. Hans Kohn memandang nasionalisme dari sudut politik mengatakan: “Nationalism is a state of mind, in which supreme loyalty of the individual is felt to be due to the nation-state.”
(Nasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan)
Lothrop Stoddard memandang nasionalisme sebagai gejala psikologis, mengatakan: “Nasionalisme adalah suatu keadaan jiwa (a state of mind), suatu kepercayaan yang dianut oleh sejumlah besar manusia sehingga mereka membentuk suatu kebangsaan. Nasionalisme adalah suatu rasa kebersamaan segolongan (a sense of belonging together) sebagai suatu bangsa.
J. Ernest Renan (1823-1892) dan Otto Bouwer (1882-1939) memandang nasionalisme timbul karena faktor kemanusiaan. Renan mengemukakan bahwa munculnya suatu bangsa karena adanya kehendak untuk bersatu (satu suara persatuan). Sedangkan Bouwer mengungkapkan bahwa perasaan kebangsaan timbul karena persamaan perangai dan tingkah laku dalam memperjuangkan persatuan dan nasib bersama. Meskipun keduanya berpendapat bahwa nasionalisme timbul karena faktor kemanusiaan, namun keduanya memberikan tekanan yang berbeda. Menurut Ernest Renan, suatu bangsa timbul karena dorongan kemauan (contohnya bangsa Amerika Serikat), sedangkan Otto Bouwer, suatu bangsa timbul karena pengalaman penderitaan, kesengsaraan, dan kepahitan hidup yang sama. Contoh seperti nasionalisme di negara-negara Asia dan Afrika timbul akibat persaman nasib sebagai bangsa yang terjajah.
Sejarawan Indonesia, Sartono Kartodirdjo menjelaskan nasionalisme sebagai fenomena historis timbul sebagai jawaban terhadap kondisi-kondisi historis, politis, ekonomi, dan sosial tertentu. Nasionalisme dalam taraf pembentukannya seperti masa-masa Pergerakan Nasional dihubungkan dengan unsur-unsur subjektif. Unsur-unsur itu dapat dilihat dengan adanya istilah-istilah: group counsciousness, we-sentiment, corporate will dan bermacam-macam fakta mental lainnya. Pada taraf ini nasionalisme belum memasukkan unsur-unsur objektif seperti teritorial (wilayah), negara, bahasa, dan tradisi bersama.
Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia dijelaskan bahwa nasionalisme adalah paham kebangsaan yang tumbuh karena adanya persamaan nasib dan sejarah serta kepentingan untuk hidup bersama sebagai suatu bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, demokratis dan maju dalam satu kesatuan bangsa dan negara serta cita-cita bersama guna mencapai, memelihara dan mengabdi identitas, persatuan, kemakmuran, dan kekuatan atau kekuasaan negara bangsa yang bersangkutan.
Berdasar pendapat di atas dapatlah dikatakan bahwa nasionalisme adalah suatu gejala psikologis berupa rasa persamaan dari sekelompok manusia yang menimbulkan kesadaran sebagai suatu bangsa. Dengan demikian nasionalisme merupakan dasar terbentuknya suatu bangsa.
Kepustakaan:
Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid II. 1990. Jakarta: PT. Cipta Adi Pustaka
Hans Kohn, 1984. Nasionalisme, Arti dan Sejarahnya. Diterjemahkan oleh Sumantri Mertodipuro. Jakarta: PT. Pembangunan
Lothrop Stoddard, 1966. Dunia Baru Islam. Jakarta
Pengertian Nasionalisme. http://warok.web.id/pengertian-nasionalisme/ Diakses 9 Juli 2012.

Poskan Komentar