Sikap Bangsa Indonesia terhadap Kedatangan Sekutu

Kedatangan Sekutu ke Indonesia menimbulkan reaksi yang kontroversi di kalangan bangsa Indonesia. Reaksi tersebut tercermin dari sikap dalam menanggapai eksistensi Sekutu dalam wilayah RI yang membawa tentara NICA. Sikap yang ditunjukan pemuda lebih ekstrim dibanding sikap pemerintah. Meskipun berbeda, namun landasan keduanya sama yaitu kekhawatiran akan terbentuknya kekuasaan asing yang akan mengancam kedaulatan RI yang telah berdiri sejak proklamasi 17 Agustus 1945.
Adanya dua pandangan yang berbeda tersebut menciptakan dua bentuk perjuangan sebagai reaksi dari kedatangan Sekutu di Indonesia. Golongan pemuda dalam mengekspresikan reaksi mereka memilih jalur peperangan sebagai cermin perasaan protes terhadap upaya sekutu untuk menguasai kembali Indonesia. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tanggapan tersebut lebih bersifat nasionalisme, mereka terlalu kuat mempertahankan sikap sebagai suatu bangsa yang merdeka dan tidak boleh diusik oleh pihak lain.
Reaksi pemerintah ditunjukkan melalui negosiasi. Untuk  melaksanakan hal tersebut pemerintah Indonesia mengalami kesulitan dengan adanya isu politik yang dilancarakan oleh Belanda. Namun demikian pihak Inggris di bawah Jenderal Philip Christison menyatakan bahwa maksud kedatangannya ke Indonesia bukan untuk menghalau pemerintah RI. Hal ini dibuktikan dengan adanya persetujuan penyelenggaraan administrasi sipil di daerah yang tidak diduduki sekutu. Oleh pemerintah kemudian menimbulkan persepsi bahwa orang-orang Inggris tidak datang sebagai imperialis sebagaimana diduga  semula. Tentara mereka hanya ditugaskan untuk mengungsikan tawanan-tawanan perang, melucuti dan memulangkan tentara Jepang dan memelihara ketertiban.1)
Pernyataan tentara sekutu menimbulkan tanggapan positif dari bangsa Indonesia. Namun isu-isu politik semakin gencar dilancarkan oleh Belanda untuk melemahkan posisi RI. Upaya Belanda tersebut digambarkan oleh Hatta lewat sindirannya terhadap Van Mook.
“Ketidakmampuan untuk menyertai barisan maju rakyat jajahan atau penyakit pekerjan yang diderita oleh seluruh rakyat. Tetapi di Indonesialah penyakit itu muncul sendiri dalam bentuknya yang paling ganas. Dan penderita yang paling sengsara jelas Doktor Van Mook. Ia menjadi korban angan-angan bahwa karena dilahirkan di Jawa, ia memiliki kemampuan menuju yang bisa membuatnya melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang Belanda lainnya. Inti persoalannya ialah bahwa Doktor Van Mook, seperti tangan Cina tua, memang ada di negeri ini tapi bukan bagian dari negeri ini.”2)
Demikianlah tanggapan bangsa Indonesia yang pada dasarnya dilandasi prinsip mempertahankan ekstensi RI sebagai negara yang merdeka. Yang jelas bahwa sikap bangsa Indonesia menghadapi kedatangan Sekutu dalam bentuk perjuangan militer dan diplomasi sangat menentukan keutuhan negara RI, dalam artian keduanya mempunyai andil yang besar dalam upaya mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945.
Daftar Referensi:
1)  Bernhard Dahm. 1987. Soekarno dan Perjuangan Kemerdekaan. Jakarta: LP3ES, hal. 112
2)  Mavis Rose. 1991. Biografi Politik Mohammad Hatta. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,
     hal. 216
Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Tujuan Kedatangan Sekutu di Indonesia
•  Kedudukan Hindia Belanda Berdasarkan Perjanjian Potsdam
•  Pengaruh Kebudayaan Islam di Andalusia (Spanyol) terhadap Perkembangan Eropa
•  Pengertian Sejarah
•  Awal Perkembangan Islam di Cina
•  Korte Verklaring (Perjanjian Pendek)
•  Peranan Pemuda dalam Sejarah Perjuangan Bangsa
•  Asas dan Bentuk Perjuangan Organisasi Perhimpunan Indonesia
•  Proses Terbentuknya PPKI
•  Akibat Praktek Kolonial Daendels dan Raffles
•  Praktek Kolonial Daendels dan Raffles
•  Als ik eens Nederlander was (Andaikata Aku Seorang Belanda)
•  Dampak Positif dan Negatif Pendudukan Jepang di Indonesia
•  Peranan KTN dalam Penyelesaian Sengketa Indonesia Belanda
•  Serangan Jepang terhadap Pearl Harbour
•  Sikap Kaum Pergerakan Menghadapi Kedatangan Jepang
•  Periode Radikal Pergerakan Nasional Indonesia
•  Faktor Ekstern Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia
•  Faktor Intern Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia
•  Ekspansi Jepang Ke Cina

Poskan Komentar