Gerakan Nasionalisme Mahatma Gandhi

Kebangkitan gerakan nasionalisme India tidak mengandung permusuhan terhadap kolonial Inggris dan tidak bersifat politik. Gerakan nasionalisme di India pada awalnya berbentuk pembaruan di bidang sosial dengan tujuan memberantas adat kolot dan usang serta memajukan pendidikan untuk meningkatkan derajat bangsa India.
Mahatma Gandhi (http://www.biography.com)
Tokoh yang terkenal dalam sejarah gerakan nasionalisme di India adalah Mahatma Gandhi. Mahatma merupakan sebuah kata dalam bahasa Sanskerta yang berasal dari maha (berarti besar) dan atma (berarti jiwa). Rabindranath Tagore disebutkan sebagai orang yang pertama kali memberikan gelar tersebut untuk Gandhi. Gandhi sendiri tidak pernah menyukai gelar itu dan mengaku sering terluka oleh hal itu. Gandhi berpendapat bahwa pembaharuan manusia akan menimbulkan perubahan keadaan politik. Cita-cita politik harus dicapai melalui pembaharuan manusia uang akan memaksa keadaan (politik) berubah menurut kehendak manusia itu. Gerakan-gerakan Gandhi adalah:
1.  Swadeshi
Segala yang ada di dunia ini telah digerakkan oleh alam. Karena itu manusia wajib tunduk dan mengakui apa yang telah ditetapkan alam. Tiap bangsa, tiap negara telah menerima penetapan alam tentang kedudukan dan tugasnya masing-masing. Tiap bangsa harus berusaha mengembangkan negaranya dengan kekuaran sendiri yang telah diterimanya dari alam. Karena itu gerakan swadesi menganjurkan menenun dan memakai pakaian sendiri serta melarang pakaian buatan luar negeri.
2.  Satyagraha
Manusia harus memegang teguh kebenaran dan menolak apa yang tdak sesuai dengan kebenaran. Jika manusia tahu sesuatu itu tida benar, maka janganlah mau melakukan atau ikut mengerjakannya.
Satyagraha disebut juga non kooperasi, artinya tidak bekerja sama dengan apa yang dianggapnya tidak benar. Inggris dianggapnya tidak benar, maka rakyat India tidak boleh bekerja sama dengannya, atau dengan kata lain harus menjalankan satyagraha terhadapnya.
3.  Ahimsa
Menentang dengan kekuatan berarti menjalani apa yang ditentang tersebut. Jika yang ingin ditentang itu dianggap sepi saja, maka itu akan kehilangan kekuatannya. Maka yang tidak menentang (dan tidak tunduk atau melayani) akan menang.
Ahimsa berarti tidak berbuat apa-apa, bukan karena takut, tapi karena jiwa yang lebih luhur. Ahimsa berarti mengalahkan lawan dengan tidak melawan, tetapi dengan kekuatan batin.
4.  Hartal
Artinya berkabung karena ada kejadian yang menyedihkan. Hartal juga merupakan tanda protes atau tidak setuju terhadap sesuatu yang dipandang tidak baik. Sebagai tanda tidak setuju, mereka tidak berbuat apa-apa (mogok).
Asas-asas yang diajarkan oleh Mahatma Gandhi tersebut mencerminkan sikap humanisme universal Gandhi. Swadesi, Satyagraha, Ahimsa, dan Hartal merupakan senjata sakti bangsa India dalam upaya mencapai kemerdekaan. Gandhi adalah pemimpin terbesar India. Bagi rakyat jelata India, Gandhi adalah seorang nabi, seorang Mahatma.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Mahatma_gandhi
Soebantardjo. 1955. Sari Sedjarah Asia-Australia. Yogyakarta: Bopkri.
Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Kongres Wina (1814-1815) dan Akibatnya bagi Indonesia
•  Sikap Bangsa Indonesia terhadap Kedatangan Sekutu
•  Tujuan Kedatangan Sekutu di Indonesia
•  Kedudukan Hindia Belanda Berdasarkan Perjanjian Potsdam
•  Latar Belakang Revolusi Perancis
•  Latar Belakang Lahirnya Reformasi
•  Pertumbuhan dan Perkembangan Humanisme
•  Pengaruh Kebudayaan Islam di Andalusia (Spanyol) terhadap Perkembangan Eropa
•  Latar Belakang Renaissance
•  Pengertian Humanisme
•  Pengertian Sejarah
•  Awal Perkembangan Islam di Cina
•  Serangan Jepang terhadap Pearl Harbour
•  Politik Luar Negeri Jepang Setelah Kegagalan Ekspansinya ke Cina
•  Ekspansi Jepang Ke Cina
•  Latar Belakang Imperialisme Jepang
Afifah Syata mengatakan...

pak, ini blognya gak bisa diikuti yah? saya mau coba follow seperti banyak sekali ilmunya disini.

Poskan Komentar