Pengaruh Sumpah Pemuda terhadap Pergerakan Nasional Indonesia

Pada tanggal 28 Oktober 1928 suatu tekad yang sangat penting bagi proses penguatan konsep wawasan kebangsaan Indonesia telah diikrarkan. Ikrar tersebut merupakan modal sangat berharga bagi terbentuknya sebuah “nation-state”. Tekad untuk bersatu dan mengesampingkan alasan-alasan seperti kedaerahan, kesukuan, keturunan, keagamaan, dan sejenisnya dengan tetap menghormati perbedaan-perbedaan yang ada telah dilahirkan dalam Kongres Pemuda II. Sejak peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928 itu, dunia dikejutkan oleh kemampuan dan kesanggupan bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam kemajuan.
Pengaruh Sumpah Pemuda terhadap organisasi pergerakan nasional sangat besar. Organisasi-organisasi politik yang lahir setelah Sumpah Pemuda, semuanya memakai kata “Indonesia” dalam namanya, seperti Partai Indonesia (Partindo) tahun 1931, Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) tahun 1931, Partai Indonesia Raya (Parindra) tahun 1935 dan lain-lain. Bahwa partai Sarekat Islam, pada tahun 1929 berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Dengan demikian partai ini lebih menujukkan corak kebangsaannya.
Bagi organisasi pemuda sendiri, gerakan ke arah persatuan semakin giat diusahakan setelah Kongres Pemuda II. Proses penyatuan berbagai sifat kedaerahan menjadi sifat nasional merupakan suatu proses integrasi yang nilainya sangat dalam. Ernest Renan menegaskan bahwa rasa senasib dan sepenanggungan suatu bangsa menyebabkan timbulnya semangat persatuan untuk membentuk suatu negara kebangsaan. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bahwa sejak Kongres Pemuda kedua, organisasi-organisasi pemuda kedaerahan mulai memproses untuk “bersatu menjadi satu wadah”, dan baru berhasil secara tuntas, yaitu pada tanggal 31 Desember 1930 dengan nama organisasi Indonesia Muda. Organisasi ini merupakan fusi dari organisasi-organisasi pemuda yang dulu ikut melahirkan Sumpah Pemuda. Adapun tujuan Indonesia Muda adalah mempererat tali persatuan antara segenap pemuda Indonesia yang berbahasa, berbangsa, dan bertanah air satu, Indonesia.
Kepustakaan:
Dekker, Nyoman, 1975. Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia. Almamater YPTP IKIP Malang.
Sudiyo, 2002. Pergerakan Nasional Mencapai dan Mempertahankan kemerdekaan. Jakarta: Rineka Cipta
Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Metodologi Penelitian Sejarah
•  Sejarah Terbentuknya Angkatan Perang Republik Indonesia
•  Aktivitas Politik Tan Malaka Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
•  Biografi Singkat Tan Malaka
•  Pengaruh Gagalnya November Belofte Terhadap Perhimpunan Indonesia
•  November Belofte (1918)
•  Wayang Kulit Sebagai Media Penyebaran Islam
•  Pengaruh Pan Islamisme Terhadap Pergerakan Nasional Indonesia
•  Pan Islamisme
•  Peranan Falatehan dalam Penyebaran Islam di Jawa Barat
•  Perjuangan Islam dalam Melawan Imperialisme Belanda di Indonesia
•  Terbentuknya Kolonialisme Belanda di Indonesia
•  Pergeseran Kekuasaan dari Majapahit ke Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa (abad ke-16)
•  Keruntuhan Majapahit
•  Perkembangan Majapahit
•  Reinterpretasi Peristiwa Korban 40.000 Jiwa di Sulawesi Selatan
angkringanwarta mengatakan...

terimakasih atas bacaanya, jika berkenan kami mengundang anda untuk turut berpartisipasi. salam

azis wisnu mengatakan...

Terimakasih

Poskan Komentar