Kisah Gagal Para Calon Anggota Legislatif 2009

Jangan kecewa jika hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan. Percaya bahwa semuanya adalah kesuksesan, bukan kegagalan. Mengapa saya punya banyak kesuksesan? Karena saya tahu banyak usaha yang gagal – Thomas Alfa Edison.
Nasehat di atas agaknya tidak diyakini oleh sejumlah caleg yang gagal pada pemilu tahun 2009. Beberapa di antaranya tidak mengambil hikmah dari kegagalan, justru melakukan tindakan yang memalukan. Seorang penulis, Moelyonov Abdul Djalil, mengumpulkan kisah-kisah gagal caleg tersebut. Demi nama baik, nama-nama oknum dan partainya diganti dengan inisial.
  1. Oknum caleg D dari Kota Sumbawa Besar meminta kembali uang sebesar Rp. 20.000 per orang yang diberikan dengan target 50-60 suara. Namun, saat pemilu, perolehan yang ada hanya saksi dan keluarga tim sukses.
  2. Seorang oknum calon legislatif daerah pemilihan Tangerang stres dan marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April 2009. Sekitar pukul 17.00 WIB saat perhitungan suara dilakukan, dia terlihat frustasi saat mengetahui kalah dalam perolehan suara. Dia kemudian merangkak di pinggir jalan dengan membawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu-lalang.
  3. Oknum caleg E dari Kota Bogor, melalui tim suksesnya menarik kembali ratusan buku tabungan masing-masing senilai Rp. 50.000 yang dibagikan saat kampanye karena saat hasil suara dihitung, dari DPT yang jumlahnya sekitar 900 suara, E hnaya memperoleh kurang dari 10 suara di wilayah yang bersangkutan.
  4. Oknum caleg dari daerah pemilihan (Dapil) I Dumai Timur melalui tim suksesnya mencabut kembali lima tiang listrik yang telah dipasang untuk menyalurkan listrik ke pemukiman warga setempat.
  5. Oknum caleg dari Kota Banjar, Jawa Barat ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 07.30 WIB (14 April 2009). Ibu muda yang mencalonkan diri untuk Dapil I kota Banjar itu ditemukan tewas di sebuah saung bambu di Kabupaten Ciamis.
  6. Seorang oknum caleg dari partai Y, ditemukan tewas di kediamannya, Senin, 19 April 2009 malam. Dia tewas bunuh diri akibat menenggak obat pembasmi serangga di dalam kamarnya.
  7. Oknum caleg DPRD Bulukumba nomor urut 3 dari partai X yang bertarung di Dapil I Kecamatan Herlang, Bontotiro dan Kajang melakukan aksi penyegelan gedung SDN 225 Kajang-Kajang, Desa Borong, Kecamatan Herlang. D mulai menyegel sekolah ini sejak Sabtu (11 April 2009) malam dengan cara mengikat pintu gerbang sekolah menggunakan tali. Dia menyatakan bahwa lahan yang ditempati gedung sekolah itu adalah miliknya.
  8. Oknum caleg A dari daerah pemilihan  I Kabupaten Sumbawa menarik kembali bantuan sebuah mesin genset yang disumbangkannya ke masjid. Selain itu, dia juga menarik bantuan dana sebesar Rp. 1 juta yang disumbangkan ke dua mushalla.
  9. Oknum caleg B dari Dapil I Kabupaten Sumbawa menyumbang 100 buah kursi plastik dan 25 zak semen ke sebuah sekolah. Namun karena kecewa tidak meraih suara yang diharapkan, B menarik kembali kursi dan semen tersebut.
  10. L seorang caleg dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat, meninggal Senin (13 April 2009). Ia meninggal beberapa jam setelah mengikuti perhitungan suara pemilu. Diduga caleg ini meninggal karena terlalu lelah dan stres mengikuti rangkaian proses pemilu. Ditambah perolehan suara tak cukup untuk menjadikannya legislator.
  11. Di Cirebon, sebanyak 15 orang caleg mengalami depresi dan memilih melakukan pengobatan spiritual untuk menyembuhkan depresi kepada Uztad Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Mundu, Cirebon.
  12. Salah seorang caleg salah satu parpol dari Bulukumba (12 April 2009) bersama tim suksesnya nekat melakukan penutupan jalan sepanjang tiga km. Tindakan tersebut diduga akibat perolehan suaranya yang tidak mencukupi untuk menjadi caleg terpilih.
  13. Di Ternate, Maluku Utara, seorang oknum caleg meminta kembali televisi yang sudah disumbangkan kepada warga karena perolehan suaranya rendah.
  14. Seorang oknum caleg di Cirebon, Jawa Barat sering melamun dan mengurung diri setelah mengetahui hasil perhitungan suara tidak sesuai dengan harapannya. Keluarganya menduga, perilakunya ini disebabkan kekalahannya dalam pemilu 9 April 2009. Dia memang telah menghabiskan uang yang banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp. 300 juta ludes dia guyurkan.
  15. Tim sukses salah satu caleg dari partai G Dapil I Ternate (Ternate Selatan-Moti) menarik televisi yang diberikan di pangkalan ojek Falajawa II, Kelurahan Kayu Merah. Selain itu, dia juga merusak pangkalan tersebut hanya beberapa jam setelah penghitungan suara berakhir.
  16. Tim sukses caleg berinisial M di Kelurahan Jati Ternate melakukan penarikan televisi dan bantuan semen karena suara yang diperoleh untuk jagonya tidak sesuai dengan harapan.
  17. Oknum caleg dari Kota Ambon hendak menarik kembali karpet yang telah disumbangkan kepada ibu-ibu pengajian setempat.
  18. Seorang caleg dari sebuah partai di Solo, Jawa Tengah, meninggal akibat serangan jantung dan lever pada hari Minggu (12 April 2009). Menurut keluarga, sejak masa kampanye hingga usai pencontrengan, sang caleg lebih pendiam dan terkesan menyimpan beban pikiran.
  19. Oknum caleg DPRD Kulon Progo menarik kembali sejumlah hadiah dan sumbangan yang pernah dia berikan kepada warga Desa Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Caleg itu ketika masa kampanye sering memberikan sumbangan dan hadiah kepada warga.
  20. Di Kalimantan Tengah muncul dua caleg dan tiga simpatisan partai yang mengalami tekanan psikis. Dua dari 5 orang itu mengalami gangguan jiwa ringan atau stres, seorang gangguan jiwa sedang atau depresi. Dua lainnya mengalami gangguan jiwa berat, terus mengoceh, murung, serta tidak mau makan dan minum. Kelimanya pernah dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei, Kalteng.
Pemilu dan Pilkada tak terasa akan berlangsung. Para guru dapat menuturkan kisah ini untuk menjadi pelajaran bagi murid dan masyarakat, bahwa sudah saatnya rakyat secara cerdas menentukan pilihannya pada calon terbaik yang dapat memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik!
Sumber: Abdul Djalil, Moelyonov. 2011. Ketika Tuhan Ditidurkan; Kumpulan Kisah Kecil dan Unik tentang Kegagalan Karena Melupakan Tuhan. Jakarta: Visimedia
Artikel Terkait
  Sejarah Tahun Baru Masehi; Renungan Bagi Umat Islam
  Renungan; Jika Ingin Sehat Harus Punya Banyak Uang
  Indonesia Membaca, Membaca Indonesia
  Persoalan Etika Moral dalam Perspektif Islam
  Peran Guru Sebagai Pembangun Insan Cendekia
  Ucapan "Alhamdulillah" yang Menyakitkan Hati
  Profil "Artis Langit"
  Pertanyaan di Hari Kiamat
  Fakir adalah Orang Paling Kaya
  Menyambut Tamu Istimewa di Bulan Ramadhan
  Ramadhan = Ujian Kenaikan Kelas
  Aku Dipuji, Aku Tertipu !
  Memahami Konsep "Lukisan" dan "Sang Pelukis"
  Sandy, Korban Praktik Mafia Pendidikan
  Hai, Orang-orang Yang Beriman, Bunuhlah Dirimu !
Haris Samawa mengatakan...

itu caleg nya saat mencalonkan diri pasti ada udang dibalik batu dan satu yg tak kalah penting adalah kurangnya pendidikan moralnya.

Tuan Guru mengatakan...

smoga pendidikan karakter bagi peserta didik sekarang dpt membuahkan hasil sesuai harapan. bagaimanapun juga kita tak bisa berharap banyak pada pemimppin dan calon pemimpin sekarang ini ...

Poskan Komentar