Kegagalan Jepang Menguasai Cina

Sewaktu Jepang menyerbu dalam bulan Juli 1937, walaupun Cina masih terpecah, situasi tidak sama sekali membingungkan. Beberapa warlord yang berpengaruh terus dijaga, terutama di daerah selatan Cina. Kerjasama tersebut dibeli Chiang dengan cara memberi otonomi yang lebih luas di wilayah mereka. Pada saat itu hanya ada dua kelompok perlawanan, yakni kaum nasionalis yang menguasai daerah jauh lebih besar, dan golongan komunis yang yang berpusat di sebelah utara propinsi Shensi dan relatif tidak begitu besar jumlahnya. Jepang sangat khawatir jika kedua kelompok ini bersatu, oleh sebab itu gerakan ke arah penyatuan terus dijaga. Akan tetapi ketakutan Jepang akhirnya menjadi nyata.
… in the years 1937 and 1938, when the war was still new, the two groups achieved a fair degree of cooperation, and a number of concrete steps which seemed at last to provide a solid foundation for unity were taken by both sides.1)
Kerjasama kedua kelompok ini dalam menghadapi Jepang, di samping taktik perang gerilya membuat Jepang kepayahan. Perang gerilya yang dilancarkan oleh pasukan Cina memberi efek psikologis yang buruk bagi Jepang. Kepercayaan diri mengendor dan mereka merasa tidak akan dapat memenangkan peperangan.
Penting untuk diungkap di sini adalah pandangan Ishiwara Kanji yang pada tahun 1931 membantu keberhasilan peristiwa Manchuria. Pada tahun 1937 (waktu ia menduduki jabatan tinggi di Staf Umum), Ishiwara berusaha keras agar insiden di Cina itu tidak meluas menjadi perang karena menurutnya perencanaan dan pembinaan kekuatan Jepang masih pada tahap-tahap permulaan dan belum sanggup menanggung resiko pertempuran yang lebih besar.2) Ditambah pula kondisi perekonomian yang belum bisa mendukung perang yang demikian lama. Hal ini dikemukakan oleh Takafusa Nakamura, bahwa:
… pengendalian permintaan dan penawaran bahan baku, dan yang terakhir hanya dapat dicapai melalui pengetatan dan pengaturan konsumsi sektor swasta, karena jumlah impor bergantung pada penghasilan devisa dari ekspor. Perang Cina jatuh bersamaan dengan situasi ini dan berlangsung lebih lama daripada yang diduga. Beban biaya perang untuk memelihara kehadiran militer yang sangat besar di Cina memperburuk ekonomi Jepang.3)
Salah satu faktor yang juga turut mempengaruhi kegagalan tersebut adalah ketidakmampuan Jepang menyusun pandangan dunia yang jelas dan menampung nasionalisme Cina modern.4) Justru ungkapan nasionalisme Cina itu dengan cepat diangap sebagai sikap anti Jepang. Lalu serangkaian tindakan yang memalukan dilakukan untuk menindas aktivitas rakyat Cina, seperti pada peristiwa "the rape of Nanking” (Perkosaan Nanking). Akibatnya justru memberi efek buruk dengan semakin meningkatnya sentimen anti Jepang. Dan dalam hal ini Jepang telah banyak kehilangan kesempatan psikologis dan politik di Cina.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kegagalan ekspansi Jepang ke Cina disebabkan oleh berbagai faktor, yakni bersatunya kelompok nasionalis dan komunis, adanya campur tangan negara-negara Barat membantu Cina, kondisi perekonomian yang belum sanggup menanggung perang yang lama, serta sikap Jepang yang tidak mengindahkan nasionalisme Cina modern.
Daftar Referensi:
1)   Werner Levi, 1953. Modern China’s Foreign Policy. Minneapolis: The University of Minneasota
      Press, hal. 211
2)   Marius B. Jansen, 1983. Jepang Selama Dua Abad Perubahan. Diterjemahkan oleh Masri
      Maris. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, hal. 62
3)   Takafusa Nakamura, 1985. Perkembangan Ekonomi Jepan Modern. Kementerian Luar Negeri 
      Jepang, hal. 67
4)   Marius B. Jansen, op.cit., hal. 67
Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Sejarah Awal Pendidikan Guru di Indonesia
•  Akibat Revolusi Industri
•  Revolusi Industri di Inggris
•  Teori Masuknya Kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia
•  Pengaruh Buku Ikki Kita Terhadap Ekspansi Militer Jepang
•  Code Napoleon
•  Akibat Revolusi Perancis
•  Sebab-sebab Revolusi Perancis
•  Dari Manakah Asal Agama Islam Masuk ke Nusantara?
•  Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-7 – 8 Masehi
•  Beberapa Pendapat Tentang Kapan Masuknya Islam ke Indonesia
•  Perjanjian yang Mengakhiri Perang Dunia II
•  Pengertian Nasionalisme
•  Keberhasilan dan Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa
•  Wilson's Fourteen Points
•  Perjanjian Versailles
•  Italia Irredenta
•  Imperialisme Kuno dan Imperialisme Modern
•  Continental Stelsel
•  Italia La Prima

Poskan Komentar