Penataan Ruang Kelas Menjadi Sentra Belajar

Guna melaksanakan pembelajaran efektif dibutuhkan kondisi kelas yang kondusif. Lingkungan belajar yang kondusif mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. Strategi belajar apapun yang ditempuh guru akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. Oleh karena itu guru perlu menata dan mengelola lingkungan belajar di kelas sedemikian rupa sehingga menyenangkan dan dapat menstimulasi setiap anak agar terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Untuk maksud tersebut, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan sentra belajar.
Sentra belajar merupakan area khusus di ruang kelas untuk menata materi, perlengkapan, peralatan, dan karya siswa yang terkait dengan pokok bahasan atau kegiatan tertentu. Lokasinya bisa terletak di atas meja, di rak buku, sudut ruang, atau bahkan di kolong meja. Sentra belajar bisa bersifat permanen atau hanya terkait dengan kegiatan atau bidang pembelajaran tertentu, misalnya sentra penerbitan, sentra pembelajaran matematika, dan sebagainya. Sentra belajar juga bisa bersifat fleksibel dan sementara (ditata untuk keperluan, tema atau unit tertentu yang dipelajari).
Dalam menata kelas menjadi sentra belajar, siswa perlu dilibatkan, baik dalam perencanaan, desain, pembuatan, ataupun pengadaan sumber-sumber tertentu yang diperlukan. Pelibatan siswa dalam merancang kelas dapat membangun rasa kebanggaan dan kebersamaan di kalangan siswa. Di samping itu, pelibatan siswa tersebut juga membantu membangun keterampilan “perawatan rumah” yang diperlukan untuk mempertahankan suasana kelas yang aktif dan berorientasi pada siswa. Untuk maksud tersebut, guru dapat mendorong siswa untuk memiliki dan mengemukakan beberapa pilihan dalam menyusun aturan dasar bagi kegiatan berbasis sentra mereka.
Guna mengoptimalkan lingkungan kelas sebagai sentra belajar, maka hasil-hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajang untuk memenuhi ruang kelas. Yang dipajang dapat berupa hasil kerja perorangan atau kelompok. Pajangan dapat berupa peta, gambar, diagram, model, benda asli, puisi, karangan dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam proses pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. Di samping itu, karya-karya terpilih siswa yang dipajang dapat berfungsi sebagai reward yang dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain.
Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan, menumbuhkan, dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spiritual siswa. Guru bersama siswa dapat membuat poster afirmasi dengan berbagai macam pesan positif atau gambar-gambar yang memuat pesan spiritual. Dengan demikian setiap hari siswa berinteraksi dengan lingkungan fisik kelas yang spiritualistik. Untuk menghindari kejenuhan terhadap gambar dan isi poster afirmasi yang sama, guru perlu secara periodik mengganti gambar-gambar atau poster-poster tersebut. Siswa perlu dilibatkan dalam pengadaan dan penataan pajangan-pajangan yang dibutuhkan dalam kelas, misalnya, siswa dapat diminta membuat gambar, poster, motto, puisi, atau petikan ayat, hadis, dan pesan tokoh tertentu, untuk dipilih dan dipajang dalam kelas.

Poskan Komentar