Efektivitas Komunikasi Antar Pribadi dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

A. Latar Belakang
Menurut Johson dan Smith dalam Anita Lie (2002:5), “kegiatan pendidikan adalah suatu proses sosial yang tidak dapat terjadi tanpa interaksi antar pribadi. Belajar bukan hanya proses pribadi, tetapi juga proses sosial yang terjadi ketika masing-masing orang berhubungan dengan yang lain dan membangun pengertian dan pengetahuan bersama.
Meskipun telah digulirkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, namun kenyataannya masih banyak sekolah yang masih menggunakan paradigma lama yakni hanya menerapkan pola pembelajaran satu arah di kelas (guru ke murid), sehingga umpan balik (feedback) sulit untuk terjadi.
Guru yang melakukan kegiatan belajar mengajar hanya berorientasi pada tujuan-tujuan dan materi pembelajaran, mereka ini menerapkan apa yang oleh Paulo Freire disebut banking concept. Konsep bank menurut Pauleo Freire adalah cara guru yang memandang bahwa mengajar itu seperti orang yang memasukkan uang ke bank. Uang dimasukkan ke bank dan akan mendapat bunga. Guru mengajar dan murid belajar, guru menerangkan dan murid mendengarkan, guru bertanya dan murid menjawab. Konsep itu tidak manusiawi (Freire:1972) dalam Nasution (1989:31) dan terjadi sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Paulo Freire tersebut. Guru hanya melakukan kegiatan belajar mengajar yang terbatas di dalam kelas sementara tidak melihat sisi lain dari interaksi tersebut.
Tugas guru tidak hanya pada kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi juga melakukan bimbingan di luar kelas, khususnya mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa, baik kesulitan mengenai pelajaran ataupun masalah psikologi yang diperolehnya dari luar, seperti keluarga dan teman pergaulan. Perilaku guru merupakan salah satu faktor yang berperan dalam memotivasi semangat belajar para peserta didik. Suatu kondisi yang menyenangkan apabila guru dapat menunjukkan sikap yang akrab, bersahabat dan memahami situasi di dalam kelas saat mengajar dan saat ia di luar kelas. Perilaku guru seperti itu dapat menunjang prestasi belajar siswa.
B. Pengertian Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi adalah suatu proses yang dilakukan seseorang kepada orang lain yang dijadikan objek untuk menyampaikan sesuatu dengan berbagai cara agar pesan dapat dimengerti atau dipahami. Komunikasi dikatakan berhasil jika pihak yang menyampaikan pesan kepada pihak lain diterima dan dimengerti maksudnya. Komunikasi bukanlah semata-mata bagaimana terjadinya suatu informasi atau percakapan antara satu pihak (orang) kepada orang lain, tetapi diperlukan juga suatu sistem rangkaian mulai dari yang menyampaikan pesan (informasi).
Komunikasi antar pribadi merupakan salah satu bentuk komunikasi manusia yang dianggap paling efektif dibandingkan dengan bentuk komunikasi antar manusia lainnya. Keistimewaan komunikasi antar pribadi melalui tatap muka terletak pada efek umpan balik, aksi dan reaksi langsung dapat terlihat antara komunikator dan komunikan baik secara verbal maupun non verbal. Jarak fisik partisipan yang dekat dan dilakukan dengan saling pengertian dapat mengembangkan komunikasi tersebut termasuk dalam kerangka hubungan guru dan siswa.
Definisi yang dijadikan acuan dalam tulisan ini adalah: “komunikasi antarpersonal menurut Devito (1976) dalam Liliweri (1991:12) merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain, atau sekelompok orang dengan efek atau umpan balik yang langsung”.
Hubungannya dengan guru dan siswa, Nasution dalam Sofyataningrum (2000) mengatakan bahwa “umpan balik digunakan untuk membantu siswa-siswa dalam mengatasi kesulitan, baik klasikal maupun secara individual, sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik”.
C. Pengaruh Komunikasi Antar Pribadi
Secara umum penerapan komunikasi antar pribadi siswa dan guru yang efektif terlihat dari komunikasi antar pribadi guru dan siswa dalam menentukan percakapan dan memiliki umpan balik yang langsung. Komunikasi ini dapat juga berlangsung melalui medium seperti telepon dan IT.
Perhatian yang diberikan oleh guru dapat berbentuk pendampingan kegiatan belajar serta memberi perhatian dalam berbagai masalah yang berhubungan dengan prestasi belajar siswa. Hal ini akan memberi kesan bagi siswa bahwa mereka mendapat rasa empati yang cukup.
Keterbukaan dalam penyampaian pesan secara timbal balik antara guru dan siswa dengan bebas (terbuka). Sikap dan perilaku yang baik dari guru kepada siswanya yang dapat mendorong siswa tersebut berperan secara aktif dan mau membuka diri atas masalah yang mereka hadapi. Hal ini menjadi faktor pendorong terjalinnya saling pengertian antara guru dan siswa menyangkut pentingnya pesan guru dalam memberikan nasehat dan pengarahan kepada siswa dan sebaliknya siswa secara timbal balik mampu menanggapi hal tersebut dengan baik tanpa merasa terpaksa.
Bentuk dukungan yang diberikan berupa pemberian semangat melalui pesan-pesan yang disampaikan dengan cara memotivasi siswa untuk belajar lebih giat dalam meningkatkan prestasinya, disertai pula empati dimana guru ikut merasakan masalah yang dihadapinya siswanya, mengerti keinginannya dan begitupun sebaliknya siswa.
Penerapan komunikasi yang intensif dapat memacu perkembangan kecerdasan dan prestasi anak didik. Dalam hal ini, indikator peningkatan prestasi belajar siswa ditunjukkan dalam bentuk kuantitatif pada nilai rapor sebelum dan setelah mengikuti pembelajaran.
D. Penutup
Penerapan komunikasi antar pribadi siswa dan guru apabila berlangsung secara efektif, akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi antar pribadi dalam meningkatkan prestasi prestasi belajar siswa adalah sikap keterbukaan guru dan siswa, perhatian guru kepada siswa, pemberian dukungan yang tinggi dan terus menerus, serta empati, yakni kemampuan guru memahami permasalahan dan keinginan siswa.
Kepustakaan:
Budyatna, M, 1994. Komunikasi Antar Pribadi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Cangara, Mafied, 1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Liliweri, Alo, 1991. Komunikasi Antar Pribadi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Nasution, S, 1982. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara.
Supratiknya, A, 1995. Komunikasi Antarapribadi Tinjauan Psikologis. Bandung: Kanisius.
Artikel Terkait
•  Meningkatkan Kemampuan Pronunciation Bahasa Inggris Siswa
•  Pemanfaatan Video Sebagai Media untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa
•  Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Team Games Tournament (TGT)
•  Teknik Tes dan Non Tes dalam Evaluasi
•  Manfaat Media dalam Kegiatan Belajar Mengajar
•  Ciri Pokok Kegiatan Belajar Mengajar
•  Pembelajaran Terpadu
•  Penerapan Sistem Moving Class (Kelas Berpindah)
•  Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Teknik Gali Kunci
•  Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT)
•  Penataan Ruang Kelas Menjadi Sentra Belajar
•  Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Pelajaran PKn
•  Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI)
•  Pemanfaatan Tutor Sebaya dalam Remedial untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
•  Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Model Dialog Interaktif

Poskan Komentar