Tuhan telah menganugerahkan sifat-sifat kebaikan dalam diri setiap manusia. Itulah sebabnya ketika membaca atau mendengar kisah orang-orang baik dan jujur kita jadi terharu. Kita ingin agar lebih banyak orang-orang seperti dia di negeri ini. Membaca kultwit TrioMacan2000 kemarin malam tentang kejujuran dan kesederhanaan Bibit Samad Rianto, saya berpikir untuk share agar lebih banyak orang mengetahui bahwa di negeri ini masih ada polisi yang jujur dan mungkin ada banyak seperti Bibit S. Rianto. TrioMacan2000 mengicaukan sepak terjang Bibit S. Rianto sebagai berikut:
Orang Tua dan Guru Telah Gagal Mendidik Anak Bangsa
Melihat maraknya tindak kejahatan dan korupsi yang melanda negeri ini, hati jadi miris. Seakan-akan kekuasaan berada di tangan para mafia. Semua sektor kehidupan telah dikendalikan oleh para mafia. Mulai dari mafia narkoba, mafia hukum, mafia pajak, hutan, tambang, pertanian, kesehatan, dan sebagainya. Bahkan lebih tragis lagi sektor sakral seperti agama pun telah disusupi mafia yang bergelar mafia haji dan umroh. Kalau sektor agama saja bisa dikendalikan oleh para mafia, apatah lagi sektor lain seperti pendidikan, transportasi, perbankan dan lain-lain?
Label:
Renungan
Murid-muridku Ingin Sukses dengan Tidak Jujur
Ketika dalam suatu kesempatan di kelas saya sampaikan kisah tentang tokoh-tokoh sukses dunia, murid-murid memerhatikan dengan antusias. Di akhir cerita saya tegaskan bahwa di balik kesuksesan tokoh-tokoh tersebut, mereka adalah sosok yang memiliki integritas kepribadian yang patut diteladani. Mereka adalah orang-orang yang tegas, berani, adil, dan jujur. Ketika mendengar kata “jujur” sontak murid-muridku membantah, “Pak, kita tidak bisa sukses kalau jujur. Sekarang orang jujur malah masuk penjara”.
Label:
Renungan
Potret Guru Bersih di Ibukota
Pak Amri mengajar di salah satu SMP di ibukota propinsi berpeluang punya penghasilan tambahan yang lumayan gede, maklum orang tua siswa di kota besar cenderung menilai hasil kerja dengan finansial. Pak Amri kerap menolak pemberian ampauw dari orang tua murid sebagai ucapan terima kasih melihat kemajuan anaknya. Meski rejeki nomplok, Pak Amri menolak, khawatir ada udang di balik ampauw.
Label:
Renungan
Faktor Lingkungan Sekolah yang Menyebabkan Anak Tidak Bersekolah
Misi sekolah adalah mendidik semua anak secara efektif dengan memberikan keterampilan yang mereka butuhkan untuk kehidupan dan pembelajaran sepanjang hayat. Sekolah sebenarnya telah dilengkapi dengan sarana untuk mendidik peserta didik yang kemampuan dan kondisinya berbeda-beda. Kemampuan keluarga dan masyarakat untuk menghilangkan tersisihnya anak dari sekolah saja belum dapat menjadikan sekolah itu inklusif. Faktor-faktor di dalam sekolah itu sendiri sering menghambat anak untuk datang ke sekolah, yaitu:
Label:
Edukasi

